Notification

×

Iklan

Iklan

42 (Empat Puluh Dua) Keteladanan Seorang Imam

| Mei 09, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-05-28T01:10:35Z
tegursapanews.com -  Contohnya ketika Sang Imam tiba di Mesir. Sesungguhnya banyak pembesar Negeri yang mengharap kesediaan sang Imam untuk tinggal bersama mereka. 

Namun demikian beliau justru menolak dan tinggal bersama para paman dari Bani Azd. Imam Syafii melakukan ini dalam rangka meneladani Rasulullah Saw.

Yang tatkala hijrah ke Madinah lebih memilih tinggal bersama paman beliau dari Bani Najjar. Bagi sang Imam, tidak ada nepotisme bagi Mazhab melainkan kepada kebenaran. 

Oleh sebab itu, sebagaimana perkataan sang Imam, "Setiap Hadits Sahih dari Rasulullah Saw. Maka aku mengikutinya walaupun tidak sampai kepadaku."

Mengenai kebenaran, kita akan mengetahui bahwa sang Imam memilki prinsip utama "menerima kebenaran" Dalam suatu perdebatan. 

Artinya berdebat dilakukan demi mencari kebenaran, bukan agar terkenal atau menampakkan kehebatan dimuka umum yang sama sekali tidak dianjurkan Rasulullah Saw. 

Apalagi debat kusir yang akan melahirkan permusuhan atau perdebatan yang hanya mencari kalah atau menang. 

Oleh sebab itu suatu hari beliau pernah berkata, "Tidaklah aku berdebat dengan seseorang kecuali aku ingin salah." Lalu menambahkan, "Jikalau aku mengatakan kepada kalian suatu pendapat kemudian akal kalian tidak menerimanya maka tolaklah karena akal membutuhkan kebenaran."

Jika demikian, benar apabila Muhammad bin Abdul Hakam berkata, "jikalau engkau melihat orang yang berdebat dengan Syafii maka engkau akan mengasihinya."

Bersambung..... 


Kedinding Lor Surabaya. Jumat - 10 - Mei - 2024

Abdul Chalim CEO tegursapanews.com. Sponsorship universal Institute of Professional Management (UIPM) 

U I P M


E C O S O C

For further information call: 0818 536 867
×
Berita Terbaru Update