Notification

×

Iklan

Iklan

Motivasi Dan Doa Keluyuran Cinta Tanah Air Dari Al-Maghfur Taufiqurrahman

| Mei 26, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-05-26T22:53:35Z
tegursapanews.Com -  Alkisah awal kita kenal adinda Taufiqurrahman pada awal tahun 1980an ketika kita sering ke Margorukun IX / 24 Surabaya berkunjung ke rumah Tn Sarwan Ali dan Pn Kuniati. Beliau adalah adik kandung Pn Umi Siyamiati SA putra ketiga Bani Sarwan. Nama putra pertama Tn Imam Prihatin, keempat Pn Elly Nurlaily SA , kelima Tn Muchtarom, keenam Tn Muhammad Arifaini dan ketujuh Tn Agus Sarwo Edi SA .

Kebiasaan beliau bersama istri setiap kali datang ke rumah pasti membawa buah tangan seperti martabak dan makanan ringan lainnya untuk dimakan bersama pada saat kita ngobrol santai di ruang tamu. Demikian pula saudara kita yang lain seperti Tn Mardiyanto Moeljadi suami Pn Elly Nurlaily sering bawa menu ayam panggang dan makanan ringan lainnya.

Hampir setiap kali kita bertemu al-maghfur di rumah, terdengar ucapan basa basi, guyon dalam kalimat bersahabat yang berbunyi sebagai berikut "Bang, rencana mau keluyuran kemana lagi setelah ini". Pertanyaan beliau yang terakhir pernah kita jawab juga dengan guyonan, dalam nawaitu rencana kita safari ke Banjarmasin Kalimantan Selatan, kemudian lanjut ke Kalimantan Timur lewat darat untuk melihat langsung suasana IKN Nusantara pada akhir bulan Agustus setelah Presiden Jokowi hijrah dari istana Bogor Jawa Barat.

Hal lain yang tidak terlupakan, ketika kita tawaf di pulau Weh Aceh pada tahun 2012, kita pernah posting foto saat di Tugu Titik Nol Merauke Sabang ke WAG Bani Sarwan. Pada saat itu beliau komen. "Bang perlu dilanjutkan safari ke lokasi Tugu Titik Nol Merauke Sabang di Papua Selatan". Maksudnya supaya kita ada dokumen perjalanan dari Sabang sampai ke Merauke seperti lagu nasional.

Kemudian setelah beliau wafat, ketika kita berada di atas makamnya sederet memori muncul tentang guyonan bersama beliau selama hidup. Kita baru faham sekarang, bahwa atas motivasi dan doa beliau, kita ditakdirkan melakukan program safari cinta tanah air Indonesia. 

Setelah perjalanan kita dari Merauke Papua Selatan, kita berkunjung ke Tanah Toraja dan Manado Sulawesi, Tidore, Ternate dan Ambon di kepulauan Maluku, ke Kupang NTT dan Dili ibukota Timor Leste, sampai ke destinasi internasional Raja Ampat dan lembah Baliem Wamena Jayawijaya Papua Pegunungan.

Hal lain yang muncul dalam memori yang kita sampaikan kepada hadirin di depan rumahnya di Graha Kuncoro Sidoarjo kemarin pagi pada saat pelepasan jenazah. Bahwa pada saat dia akan melamar Pn Alfi Suaidiyah untuk dinikahi dengan biaya sendiri, dia sempat konsultasi dengan kita. 

Alhamdulillah, pada saat itu, kita memberikan informasi kepada keluarga,  bahwa status calon istrinya tersebut adalah profil wanita salehah yang kita kenal baik selama kuliah di kampus IAIN sunan Ampel Surabaya. Status keduanya harus berpisah pada Sabtu, 25 Mei 24, setelah adinda Taufiqurrahman berangkat ke alam barzah. 


Teriring ucapan "Selamat jalan menghadapi Tuhan Yang Maha Segalanya. Semoga beliau mendapat ganti puluhan bidadari di alam surgawi seperti yang dijanjikan kepada hamba hamba Allah yang saleh". Barokallah Amien.

Ahad, 26 Mei 24
16 Zulkaidah 1445
Sabdasheh

Editor: Abdul Chalim

Oleh: Sheh Sulhawi Rubba
×
Berita Terbaru Update