Notification

×

Iklan

Iklan

Salat Subuh Dari Hotel ke Masjidil Haram Berjalan Kaki

| Juni 10, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-06-11T05:17:41Z
Tegursapanews.com -   Tersiar kabar di kota Makkah, bahwa mulai hari ini, Selasa, 11 Juni 2024 / 05 Zulhijjah 1445, terhitung sejak pukul 12.00 Waktu Arab Saudi (16.00 WIB), bis Salawat dihentikan semuanya, bis yang khusus antar jemput para jamaah haji dari hotel ke Masjidil Haram.

Alkisah pada tahun 2013, ketika bis Salawat dihentikan menjelang wukuf di Padang Arafah. Kita pernah merasakan berjalan kaki dari hotel lewat terowongan niat Salat Subuh di Masjidil Haram, sambil ambil Air Zamzam 5 liter di samping perpustakaan rumah tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW yang jaraknya 3 km.

Kita tidak bisa membayangkan bagaimana macetnya jalan raya dari Makkah ke Padang Arafah, ketika ribuan bis yang mengangkut jutaan jamaah haji. Jika jumlah jamaah haji 2 juta orang yang diangkut bis muatan 50 orang, berarti dibutuhkan 40.000 unit bis yang parkir di Padang Arafah.

Mungkin banyak orang yang bertanya ketika sedang dilakukan manasik haji oleh KBIH. Kenapa ritual haji yang diawali dengan wukuf di Padang Arafah ditetapkan Nabi Muhammad SAW pada tanggal 09 - 13 Zulhijjah ?

Rentetan ritual Manasik Haji sehabis salat Jamak Magrib dan Isya di Padang Arafah. Para jamaah haji bergerak ke Muzdalifah pada malam takbiran untuk mencari dan mengambil 70 butir batu krikil buat melempar jumroh di Jamarat di Mina pada tanggal 10-13 Zulhijjah.

Atas dasar tersebut, supaya para jamaah haji tidak merasakan gelap gulita selama 5 hari di wilayah Armusna (Arafah, Muzdalifah dan Mina) di malam hari seperti gelapnya malam di awal dan di akhir bulan. Maka dipilihlah waktu yang terang benderang di malam hari barokah cahaya rembulan dari langit, karena pada saat itu belum ada lampu listrik.

Pada waktu kita wukuf di Padang Arafah pernah berpikir iseng. Jika saja lokasi Wukuf Jamaah Haji berada di kampung Melayu DKI Jakarta. Ketika bulan Zulhijjah jatuh pada musim hujan seperti bulan Desember dan Januari yang pada saat itu Ibukota Jakarta langganan banjir bandang berhari hari.

Subhanallah, otomatis ritual wukuf akan kucar kacir yang akan mengganggu kekhusyukan manasik haji karena banjir di musim hujan. Sekarang kita faham, bahwa Padang Arafah lokasi pilihan wukuf yang tanpa mengenal musim hujan sepanjang tahun. Mabruk wa mabrur maqbulan amien.

Selasa, 11 Juni 24 
05 Zulhijjah 1445
Sabdasheh

Editor: Abdul Chalim

Oleh: Sheh Sulhawi Rubba

U I P M

SDGs

E C O S O. C

For further information call: 0818 536 967

×
Berita Terbaru Update